Sejak Kamis, 31 September 2017, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa ”APMD” Yogyakarta secara resmi telah memiliki  satu lagi  dosen Program Studi Ilmu Komunikasi dengan gelar Doktor, yaitu Dr. Yuli Setyowati, M.Si. Bu Yuli, demikian beliau biasa disapa, menyusul Dr. R. Widodo Tri Putro, M.Si., Dr. Sutoro Eko Yunanto, M.Si., dan Dr. Supardal, M.Si. , yang telah terlebih dahulu menyelesaikan studi S3-nya. Berbeda dari tiga doktor sebelumnya yang menekuni bidang Administrasi Publik dan Ilmu Pemerintahan, Dr. Yuli Setyowati menyelesaikan studi S3 di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Studi S1 Ilmu Komunikasi diselesaikannya di Kampus UGM, jentang S2  Ilmu Komunikasi diselesaikannya di Kampus UNS Solo, dan dilanjutkan dengan jenjang studi S3 Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat juga di Kampus UNS Solo dengan mengambil minat utama Corporate Social Responsibility (CSR).

Doktor Yuli Setyowati menyelesaikan Studi S3 dengan disertasi berjudul “Model Pemberdayaan Masyarakat “Kampung Preman” dalam Masyarakat Komunikatif Guyub Rukun (Program CSR PT. Sarihusada di Yogyakarta) ”.

Penelitiannya dilakukan di Kampung Badran Yogyakarta, yang telah lama dikenal dengan stigma “kampung preman”. Ketertarikan Dr. Yuli Setyowati melakukan penelitian tersebut dikarenakan adanya perubahan sangat signifikan yang terjadi di “kampung preman” tersebut. Situasi paradoks itulah sebagai pemantik untuk melakukan penelitian dalam rangka penyelesaian studi S3nya.

Disertasi tersebut telah dipertahankan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Universitas Sebelas Maret pada tanggal 31 Agustus 2017, di hadapan 9 orang Dewan Penguji, dengan predikat Cumlaude (dengan pujian). Predikat cumlaude dapat diraih karena IPK 4,00 dan waktu studi empat tahun. Disertasi tersebut dapat diselesaikan dalam bimbingan Prof. Dr. Widodo Muktiyo (promotor), Prof. Dr. Mahendra Wijaya, MS (co-promotor 1), dan Dr. Rum Handayani, M.Hum (co- promotor 2).

Disertasi ini juga telah menghasilkan enam tulisan, yaitu dua tulisan di jurnal internasional terindeks Copernicus, satu jurnal nasional terakreditasi, dan tiga prosiding seminar internasional. Adapun tulisan-tulisan tersebut sebagai berikut:

  1. The Agent of Change’s Communication Role in “kampong preman” Community Empowerment, di Academic Research International Journal.
  2. “Kampung Preman” Community Empowerment in Communicative Action Theoretical Study, di Advances in Social Sciences Research Journal.
  3. Tindakan Komunikatif Masyarakat “kampong preman” dalam Proses Pemberdayaan di Jurnal Nasional Terakreditasi ASPIKOM
  4. The Empowerment and Change of Public Stigma, prosiding Seminar Internasional Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tahun 2016.
  5. Participation Dynamics of The “kampong preman” Society in The Empowerment Process, prosiding Seminar Internasional Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
  6. Participative Leadership in “kampong preman” Community Empowerment, prosiding Seminar Internasional Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tahun 2017.

Waktu studi empat tahun diawali dengan  proses kuliah selama dua semester dengan menempuh 12 mata kuliah. Sebagai lanjutannya, ada tujuh tahap yang harus dilalui Dr. Yuli Setyowati untuk dapat meraih gelar doktornya. Tujuh tahapan tersebut meliputi Ujian Kualifikasi tulis, Ujian Kualifikasi lisan, Ujian Kelayakan proposal (ujian komprehensif), Ujian Seminar Proposal, Ujian kelayakan hasil disertasi, Ujian Tertutup, dan terakhir Ujian Terbuka Promosi Doktor.

IPK yang telah diraih dalam dua semester awal dapat dipertahankan oleh Dr. Yuli Setyowati dalam tahap-tahap selanjutnya hingga tahap terakhir di Ujian Terbuka Promosi Doktor.

Dengan telah selesainya studi S3, Dr. Yuli akan bisa segera kembali ke Kampus Pembangunan, untuk memperkuat barisan “Pembela Desa” di STPMD”APMD”pada umumnya dan di Program Studi Ilmu Komunikasi pada khususnya. Bidang studi pemberdayaan masyarakat ini sangat sesuai dan mendukung visi dan misi, baik Program Studi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” maupun STPMD “APMD”.

 

 

Selamat Datang Doktor Pemberdayaan Masyarakat di Kampus Pembangunan!”